Rafa Benitez Berpeluang Dipecat Jika Everton Kalah Telak dari Liverpool

Rafa Benitez Berpeluang Dipecat Jika Everton Kalah Telak dari Liverpool

Rafa Benitez Berpeluang Dipecat Jika Everton Kalah Telak dari LiverpoolPelatih dari Spanyol itu baru tiba ke Goodison Park pada musim panas lalu, dan memunculkan banyak pro-kontra, karena awalnya dia sebagai pelatih Liverpool.

Menurut bekas bek Everton, Joleon Lescott, bekas pelatih Newcastle itu sekarang berkesempatan ditendang bila ia kalah di pertandingan selanjutnya, di mana secara kebenaran The Toffees akan berjumpa Liverpool pagi hari kelak.

Rafa Benitez pernah mengasuh Liverpool pada tahun 2004, dan bawa The Reds jadi juara Liga Champions pada musim pertama kalinya mengasuh di Anfield. Itu penyebabnya, pelatih 61 tahun itu selanjutnya mendapatkan status sebagai pahlawan di Merseyside.

Baca Juga : Bantu Roma Libas Torino, Amadou Diawara Buka Suara

Selainnya piala Liga Champions, saat itu Benitez sukses menyembahkan piala Piala FA, dan mengasuh Liverpool sepanjang 6 tahun sebelumnya terakhir keluar pada tahun 2010.

Dia selanjutnya mengelana di beberapa club, terhitung dua club Inggris, Newcastle dan Chelsea. Tetapi saat Everton panggilnya pada musim panas lalu, bekas pelatih Situs Agen Judi Slot Online Terpercaya Real Madrid itu ambil tugas itu, dan memunculkan kekuatiran antara ke-2 barisan supporter.

Meskipun Rafa Benitez sukses bawa Everton mainkan awalnya musim ini dengan cemerlang, tetapi sekarang status The Toffees semakin merosot ke papan tengah, bahkan juga cuman memiliki jarak lima point dari club di zone merah.

Everton juga direncanakan melayani Liverpool di Goodison Park, di mana sebuah kekalahan peluang akan akhiri cara Bandar Slot Game Online Terlengkap Indonesia Benitez di Merseyside biru. Begitu ungkapkan Lescott.

“Club lama saya, Everton, alami saat-saat susah dan Rafa Benitez menyongsong derby Merseyside ini kali di bawah penekanan besar,” pungkas Lescott ke Livescore, seperti dikutip Kilat.

“Hasil laga menjadi satu diantara penyebabnya, dan tim Rafa Benitez cuman kantongi dua point dalam tujuh laga itu, di mana dipandang seperti hasil yang jelek menurut standard club mana saja. Tetapi kekuatiran khusus saya, ialah langkah kekalahan yang mereka bukukan dalam laga menantang beberapa team yang semestinya mereka taklukkan,” tegas Lescott.

“Melihat bagaimana team-team promo di Watford dan Brentford bukan hanya menaklukkan mereka, tetapi juga memimpin jalannya laga, itu benar-benar tidak dapat diterima untuk club sebesar Everton,” sambungnya.

“Permasalahan cidera memang memberikan imbas besar pada team, tetapi hal tersebut dirasakan mayoritas team Liga Premier di sejumlah saat pada sebuah musim,” tutur Lescott yang sempat bela Everton pada tahun 2006 sampai 2009.

“Everton benar-benar sangat tidak untung, karena harus banyak kehilangan pemain penting. Dominic Calvert-Lewin, Abdoulaye Doucoure, Richarlison, Yerry Mina, kesusahan saat berusaha untuk tutupi ketidakberadaan mereka, begitupun dengan pemain tepian yang telah ditempatkan, belum bermain sama sesuai keinginan,” tutur bekas bintang Goodison Park uang sekarang telah berumur 39 tahun itu.

“Perjalanan jelek ini tentu saja menggerakkan perbincangan berkenaan keberlangsungan masa datang Rafa Benitez di club itu, dan saya berpikir hasil yang jelek – atau semakin khusus kembali, performa yang jelek, di pertandingan menantang Liverpool, dapat memacu permasalahan serius untuknya,” sambungnya.

Everton jadi team Liga Premier berperforma terjelek sekarang ini. Sesudah mulai musim secara baik, di mana The Toffees ada di urutan ke-5 pada awal bulan Oktober, club itu terdaftar tidak pernah menang kembali semenjak 25 September 2021.

Related Post